Prosedur pelaksanaan K3 dalam sebuah perusahaan

PROSEDUR PELAKSANAAN PELATIHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Keselamatan dan kesehatan Kerja atau yang disingkat dengan K3 adalah isu penting yang selalu dibahas. Penarapan syarat K3 ini diwajibkan atas setiap perusahaan. Saat ini, K3 tidak hanya milik perusahaan tertentu seperti perusahaan di bidang gas dan minyak, tambang, manufaktur, proyek konstruksi. Pengetahuan dan pelatihan dalam bidang K3 ini bukan hanya untuk karywan di bidang K3 saja, namun juga diwajibkan pada semua karyawan perusahaan.

Pembinaan dan Sertifikasi K3

Sertifikasi serta penunjukan ahli K3 merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menangani penyakit dan kecelakaan kerja.  Dengan demikian, keamanan bekerja, image positif, dan profit bisa ditingkatkan oleh perusahaan. Mengikuti program pembinaan Ahli K3 Umum ini adalah investasi bagi setiap orang. Pelatihan K3 adalah kebutuhan setiap orang karena keselamatan adalah tanggung jawab semua orang. Hal ini bahkan sering disebut dalam slogan “Safety is Everyone Responsibility”.

Prosedur Pelatihan K3

Dalam melaksanakan pelatihan K3 ini tentunya ada prosedur yang harus diterapkan. Secara umum, prosedur pelatihan memuat beberapa hal berikut.

–               Persiapan data yang meliputi; struktur organisasi, hasil partisipasi juga konsultasi K3, data lainnya yang berhubungan (pengukuran, hasil audit). Selain itu, hasil investigasi kecelakaan kerja, penilaian resiko, hasil identifikasi bahaya, pengendalian resiko, dan persyaratan lainnya juga disiapkan.

–               Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan tersebut juga jadwal pelaksaannya.

–               Kebutuhan peserta pelatihan didaftarkan ke bagian SDM dan pelatihan dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat.

–               Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut juga perlu dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Pelatihan bisa dilakukan selama 2-3 hari, begitu juga dengan manajemennya bisa dilakukan dalam waktu 2-3 hari. Lebih dari itu, dalam melaksanakan program pelatihan ini juga harus dengan metode yang menarik personil. Harapannya agar peserta tidak mudah jenuh dalam pelatihan. Tidak hanya itu, metode yang menarik juga akan memberikan kesan tersendiri kepada para peserta. Tidak hanya penyampaian materi saja, namun diberikan juga studi kasus yang nantinya akan diselesaikan secara berkelompok.  Peserta training K3 juga tidak diberlakukan persyaratan khusus sehingga semua dapat mengikutinya.