Pilpres 2019

KPU Mengungkap Kerumitan Menjelang Pemilu Serentak dan Pilpres 2019

Berbeda dengan tahun 2014 lalu, pemilu serentak dan pilpres 2019 ini memiliki tantangan tersendiri. Tidak hanya bagi pemerintah sebagai penyelenggara, namun juga bagi masyarakat sebagai pemilih. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan diri sejak jauh-jauh hari untuk menyambut pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia ini. Mengenai kesulitan dan tantangan yang dihadapi, KPU mengungkap empat hal yang berpotensi menimbulkan masalah pada 17 April 2019 nanti.

Pengiriman surat suara yang salah

Surat suara menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan pemilu serentak dan pilpres 2019 ini. Pasalnya berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pemilu-pemilu sebelumnya, sempat terjadi pengiriman surat suara yang cacat. Untuk itu pemerintah telah menyiapkan cetak surat suara dengan kualitas terbaik dan tanpa cacat.

Kerumitan dan kesalahan akan menyertai saat proses cetak surat suara selesai. Setelah proses cetak selesai, surat suara harus dikirimkan ke seluruh wilayah di Indonesia. Mengingat beberapa nama tempat memiliki sedikit kesamaan, pengiriman surat suara dapat tertukar. Seperti Purwakarta dan Purwokerto atau Purbalingga dan Probolinggo.

Kesalahan pembagian jenis surat suara

Pada penyelenggaraan pemilu 2014 lalu, kerumitan dan kesulitan juga dialami oleh panitia dalam hal ini KPU. Baik KPU pusat hingga daerah yang mengawasi jalannya teknis pemungutan suara. Namun setidaknya pada pemilu lalu, pemilihan legislatif dilakukan pada bulan April sementara pemilihan presiden dilakukan bulan Juli.

Sementara pemilu dan pilpres 2019 ini, penyelenggaraan pemungutan suara dilakukan serentak pada tanggal yang sama. Pemerintah dalam hal ini KPU harus menyediakan surat suara yang jenisnya hingga ribuan untuk calon legislatif dari mulai DPR, DPD hingga DPRD. Didukung jumlah pemilih yang luar biasa banyak, kesalahan mengirimkan jenis surat suara berpeluang besar.

Kondisi demografis Indonesia

Kendala paling besar yang menanti penyelenggaraan pemilu 2019 ini adalah demografis Indonesia itu sendiri. Dengan luas wilayahnya hingga jumlah penduduknya yang menempati peringkat 4 dunia. Belum lagi Indonesia tersusun atas pulau-pulau yang tidak terhitung banyaknya. Belum lagi sebaran penduduk yang ada di luar negeri.

Tidak dapat dipungkiri jika kondisi demografi demikian membuat risiko kesalahan pengiriman jenis surat suara juga semakin besar. Untuk mengatasi hal tersebut, KPU juga telah melakukan langkah-langkah antisipasi. Dengan langkah-langkah yang telah disiapkan sejauh hari ini akan meminimalkan kesalahan yang ada.

Akurasi cetak surat suara

Pemilu serentak tahun depan, membuat masyarakat dalam hal ini pemilih harus teliti dalam memilih.

Pasalnya suara harus diarahkan pada calon legislatif sekaligus pemilih presiden dan wakil presiden. Jika untuk surat suara DPR saja jumlahnya sangat banyak, maka jika ditotal keseluruhan, surat suara yang harus dicetak mencapai ribuan.

Jumlah ribuan ini menjadikan peluang kesalahan banyak terjadi. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan cetak. Dari nama partai, calon hingga nama daerah juga berpeluang terjadi kesalahan saat dicetak. Namun upaya sosialisasi hingga pemenuhan kebutuhan prasaran pemilu serentak dan pilpres 2019 telah dilakukan sejak jauh hari. Diharapkan mampu meminimalkankesalahan tersebut.